Perencanaan ROHIS (Rohani Islam )

by acephidayat

Perencanaan secara sederhana dapat diartikan pengaturan. Melakukan sesuatu secara tepat. Mengapa perencanaan sangat penting dalam mengelola ROHIS. Karena dengan melakukan perencanan maka peluang keberhasilan dakwah akan semakin besar. Setiap pekerjaan yang tidak dilandasi perencanaan, pasti akan terbengkalai sebelum sampai kepada tujuannya.

Dengan perencanaan , kita bisa menempatkan berbagai fasilitas pada posisi yang tepat, mengenal karakter lingkungan kerja, kebutuhan dana dan SDM , maupun jaringan yang harus dimiliki . Dengan perencanan ini kita bisa mencapai tujuan, memperhitungkan berbagai akibat, mengkaji sarana-sarana untuk membebaskan diri dari berbagai kendala dan menanggulanginya.

Rasululloh telah menjadikan perencanaan ini sebagai hal terpenting. Beliau menetapkan langkah-langkah dan fase-fase yan menjadi tulang punggung keberhasilan gerakan dakwah pertama dibawah kepeimpinan Nabi SAW beserta para sahabat yang mulia. Melakukan sebuah perencanaan memang bukanlah sesuatu yang sederhana, butuh waktu dan pemikiran ekstra. Namun akan menjadi sebuah hal yang sederhana bila ada keinginan untuk merealisasikannnya.

ROHIS saat ini harus memetakan medan dakwahnya kembali, membangun kekuatan SDM, Fasilitas dan finansialnya, Sistem kerja yang rapi, dan keluasan jaringan baik terhadap alumni maupun pihak -pihak lain yang dapat mendukung kerja dakwah. Periode ROHIS tahun 90 an pasti akan berbeda dengan periode ROHIS tahun 2000 an bila dilihat karakter objek dakwahnya, perkembangan teknologi, dan perkembangan pergaulan sosial . Sehingga perencanaan adalah sesuatu yang dinamis . Selalu berkembang atau boleh dikatakan harus selalu update dengan perjalanan zaman. Apa saja yang akan kita buat perencanaan di ROHIS ? Saya melihatnya ada beberapa hal . Yakni sebagai berikut :  

1. PERENCANAAN VISI
Visi adalah awal untuk bagaimana ROHIS melangkah . Visi yang jelas bagaikan kompas yang akan menentukan arah gerak dakwah berikutnya. Pengalaman kurang lebih 10 tahun berkecimpung di dakwah sekolah , saya melihatnya ada tiga aspek yang akan menjadi Visi ROHIS , dan bila ini tercapai dapat dijadikan indikator keberhasila dakwah ROHIS. Visi ROHIS yakni menjadi organisasi yang melahirkan pelajar muslim yang sholeh, cerdas dan terampil.

Sholeh :
dapat dimaknai meningkatnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pelajar yang sholeh adalah pelajar yang dekat dengan Allah SWT. Pelajar yang sholeh pribadi-pribadi yang taat beribadah, berakhlak baik kepada orang tua, guru, teman dan lingkungannya. Pelajar sholeh menjadi pelajar yang mampu menyebarkan nilai -nilai kebaikan kepada siapa saja.
Cerdas :
Makna cerdas ini adalah para pelajar menjadi sosok-sosok dengan kompetensi terbaik dalam bidang akademik. Pelajar -pelajar yang mampu berprestasi menjadi 10 besar dikelasnya. Pelajar -pelajar dengan nilai kelulusan terbaik dan berhasil masuk ke jenjang sekolah berikutnya yang terbaik pula. Pelajar cerdas ini berhasil secara akademik karena kerja keras, kejujuran dan kekuatan doa kepada Allah SWT.
Terampil :
Skill atau keterampilan adalah bekal-bekal yang dapat menunjang keberhasilan seorang pelajar. Keterampilan ini berguna pula untuk menyiapkan bekal bagi pelajar bersaing kelak di masa depan. Sebagai sebuah rangsangan bagi mereka dengan memiliki skill tersebut mereka telah memegang salah satu kunci keberhasilan dalam hidup. Keterampilan yang dimiliki dapat menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, sahabat dan orang lain disekitar. Bentuk – bentuk keterampilan banyak macamnya misal , keterampilan bahasa Arab & Inggris, keterampilan fotografi, keterampilan nasyid, keterampilan teater, keterampilan marawis, keterampilan kerajinan tangan dan masih banyak yang yang lainnya.

2. PERENCANAAN SDM ( SUMBER DAYA MANUSIA )
SDM adalah salah satu hal utama yang akan menentukan terealisasinya visi yang telah dijabarkan diatas. Dalam hal ini bisa di sebutkan SDM yang dimaksud disini adalah kader-kader dakwah yang terjun untuk membina para pelajar yang ada di sekolah menjadi tempat dakwahnya. Kader dakwah yang terjun harus mempunyai sifat-sifat kepribadian yang kuat dan berpengaruh berkat ketulusan dan keikhlasan yang dimilikinya. Kader-kader dakwah seperti inilah yang insya Allah siap memikul beban dakwah yang sangat berat. Selain itu juga mereka harus memiliki wawasan luas dan pengetahuan yang mendalam sehingga memungkinkan mereka menjelaskan berbagai permasalahan pelik, memecahkan berbagai problem sulit , mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di dunia ini seperti dunia pelajar, akademik, dan sebagainya.

Disamping itu juga kader-kader dakwah harus menghiasi diri dengan akhlak yang utama dan komitmen terhadap adab-adab Islam ketika berinteraksi dalam hubungan sosial. Bagaimana mewujudkan sosok-sosok kader-kader dakwah seperti diatas, organisasi dakwah sekolah harus menetapkan sistem pelatihan terhadap kader-kader dakwah tersebut dan penanaman makna-makna ini didalam jiwa mereka. Sistem pelatihan ini mencakup dua aspek penting :

Pertama
, Pemantapan pemahaman yang benar terhadap Islam yang komprehensif. Metodenya bisa didapat dengan menyerukan para kader tersebut membaca buuku-buku dan menyeleksi yang patut dibaca, mengadakan perlombaan dan uji wawasan agar kader dakwah terbiasa untuk menyimpulkan apa yang telah dibacanya dan meningkatkan naluri kelimuannya serta mengkaji semua yang dibacanya, sehingga tidak menerima begitu saja apa yang dibacanya, kecuali setelah mengkaji dan mengevaluasinya

Kedua
: penerapan lapangan dari apa yang dikaji dan dipahami , sehingga seorang kader dakwah menjadi teladan bagi orang lain. Begitu pula, dengan akhlak dan perilaku baik, dakwahnya akan memberikan pengaruh yang besar . Sehingga ketika orang –orang melihatnya , mereka seakan melihat Islam yang berjalan dan melihat dakwah kepada kebaikan secara gamblang. Kader dakwah dengan karakteristik diatas insya Allah adalah hal utama yang akan membawa keberhasilan dakwah.

Saya memiliki pengalaman sedikit dahulu ketika pertengahan tahun 90 an hingga awal 2000, di ROHIS SMP kami hanya ada kurang lebih 3-5 orang yang mengurusi SMP tersebut. Walau belum memiliki karakter sepenuhnya seperti yang diidealkan diatas. Namun melintasi semangat menyebarkan Islam membuat hal-hal yang dirasa berat terasa mudah dijalankan. Kami merasakan dakwah periode yang sulit saat SMP dahulu. Bagaimana ketika ROHIS ingin mengadakan putar film, kami harus meminjam TV salah seorang teman, bernegosiasi dengan ayah dan ibu teman tersebut agar mengizinkan TVnya kami pinjam, rumah sang temen jaraknya kurang lebih 1 kilometer, karena tak ada motor kami harus menggotongnya.

Untuk kegiatan tak hanya TV yang kami pinjam, kadang kami meminjam pula peralatan makan seperti piring , sendok dan peralatan dapur, meminjam tape . Sebagian besar peralatan kami pinjam . istilahnya apa yang ada dirumah ada ya kami bawa untuk kegiatan ROHIS tersebut, dan yang pastinya kami tak pernah malu untuk namanya meminjam. Dalam melaksanakan kegiatan pasti kami membuat proposal. Untuk membuat proposal tersebut karena anak-anak ROHIS tidak memiliki komputer kami pergi ke tempat rental . Subhanallah jarak rumah kami ketempat rental kurang lebih 10 Kilometer, kami tempuh dengan menggunakan sepeda. Keringat bercucuran, dan pastinya cape, sesampainya disana ternyata tempat rental tersebut tutup. Baliklah kami kerumah dengan tangan hampa. Kami sedih , ternyata tidak ! itu membuat kami bermimpi untuk memiliki kendaraan bermotor, sederhana ya agar kami bisa melesat kemana saja demi dakwah SMP kami.

Peristiwa lain yang bila kami mengenangnya membuat terharu. Ketika ingin mengadakan acara Pesantren Kilat kami saling berlomba untuk mencari dana, ini dikompetisikan antara ikhwan dan akhwat. Subhanallah tanpa malu mendapat tugas ini kami bersemangat. Kami mengedarkan proposal dana ketetangga –tetangga kami. Masuk dari satu rumah kerumah lain, satu tempat usaha ketempat usaha lain. Kami harus berani berkomunikasi, merayu mereka untuk menyumbangkan dananya.

Cerita lain ada diantara abang kami, ketika itu harus mengajar ROHIS, rumahnya di Cawang, SMP kami di Jagakarsa. Dengan bermodal uang 100 rupiah ia tetap jalan ke SMP kami. Uangnya hanya cukup untuk naik bus sampai ke tempat kami. Untuk makan dan pulang ia menumpang menginap dirumah temannya terlebih dahulu. Hal lain pula yang membuat kami terharu adalah begitu gigihnya kakak alumni kami untuk mengadakan kegiatan Tafakur Alam di Puncak pada tahun 1997, bila waktu, pikiran dan tenaga , uang adalah hal yang biasa di korbankan , ada dari salah satu mba kami kami menyebutnya untuk kakak alumni yang akhwat beliau jatuh sakit pada saat kegiatan tersebut saking kelelahannya, kemudian setalah kegiatan tersebut beliau meninggal dunia. Semoga Allah memberinya pahala sebagai syahidah.

Pengalaman-pengalaman saat SMP itu memuat semangat- semangat berusaha diantara kesulitan-kesulitan ini menempa jiwa-jiwa kami untuk mencintai dakwah, memancangkan tekad- tekad kami agar menjadi orang sukses dunia dan akhirat agar bisa menyumbang yang terbaik bagi dakwah. Tegasnya, dengan SDM yang berkualitas insya Allah akan mampu melawan segala keterbatasan fasilitas, dana, jaringan, dan tenaga .

3. PERENCANAAN PROGRAM
Setelah sebelumnya kita telah ungkapkan visi begitu penting dalam perencanaan ROHIS. Maka untuk menjalankan visi tersebut kita memerlukan program-program kegiatan. Program yang dibuat dengan penuh perencanaan menandakan keseriusan kader-kader dakwah sekolah untuk mengelola institusi dakwahnya. Bagaimana membuat sebuah program yang baik, program yang baik hendaknya disusun dengan memperhatikan :

A. VISI YANG TELAH DIBUAT
Kita telah menetapkan visi yang akan dicapai yakni menjadi organisasi yang melahirkan pelajar muslim yang sholeh, cerdas dan terampil. Maka program yang dibuat diturunkan berdasarkan visi tersebut. Hal ini penting karena sebagai acuan, pedoman dan kekuatan konsistensi dari keberlanjutan program tersebut. Kader-kader dakwah sekolah akan melihat tujuan dakwah mereka secara jelas, aral yang menghadang, kabut dakwah tak menjadi halangan baginya karena mereka dapat melihat secara jelas tujuan perjalanan dakwah mereka. Penjabaran program nya dari setiap point visi tersebut yakni antara lain :

Kesholehan :
Program Baca tulis Al Quran .
Program kewajiban sholat berjamaah Zuhur di sekolah.
Program sholat dhuha di sekolah.
Program MABIT ( Malam Bina Iman dan Takwa ) setiap bulannya.
Kajian siraj nabawiyah ( sejarah hidup Rasulullah SAW ).
Kajian akhlak Kajian fiqih
Dan program lain yang terkait dengan peningkatan iman dan taqwa. Untuk media pembelajarannya beragam bisa dengan ceramah, diskusi , pembentukan kelompok , putar film, games dan sebagainya.

Akademik :
Pembentukan klub-klub belajar ( berisi kurang lebih 5 – 6 orang ). – Program bimbingan belajar ( diperuntukan terutama untuk kelas 3 ) – Program kakak “ Belajar “ ( kakak-kakak kelasnya memiliki 1 adik kelas yang bertanggung jawab terhadap setiap permasalahan belajar. Misal memberikan buku-buku kepada adik kelasnya, konsultasi belajar dsbnya. – Program ujian Try out menjelang kenaikan kelas dan ujian akhir sekolah. – Program penganugerahan Award bagi pelajar-pelajar berprestasi. – Dan masih banyak program –program lain yang dapat dirancang untuk mencapai kompentisi anggota ROHIS dalam bidang akademik.

Keterampilan
Pembentukan klub seni Nasyid, Teater.
Workshop Fotografi
Kursus-kursus singkat bahasa Inggris dan Arab
Pameran kerajinan tangan.
Bazaar sekolah
Pelatihan internet
Dan masih banyak program keterampilan yang dibuat untuk memperkaya keterampilan yang dimiliki anggota ROHIS.

B. KOMPETENSI YANG INGIN DIDAPATKAN BAGI SETIAP ANGGOTA ROHIS BERDASARKAN JENJANG KELASNYA.

Disekolah pastinya ada yang menduduki kelas 1, kelas 2, kelas 3. Hal yang pastinya bahwa kemampuan –kemampuan mereka harus dibedakan. Kemampuan yang ingin diberikan sejak kelas 1 hingga jenjang berikutnya harus selalu meningkat. Perjenjangan dan perbedaan kompetensi yang diberikan akan memberikan kejelasan program akan ke arah mana, selain itu bagi anggota ROHIS mereka akan melihat program yang diberikan sangatlah dinamis, makin menggairahkan dan selalu berbeda ketika mereka masuk ke jenjang kelas diatasnya.
Misalnya dalam HAL KESHOLEHAN untuk kelas 1 SMP kompentisi yang diberikan mereka bisa membaca Alqur’an dengan baik. Maka yang mereka pelajari adalah tajwid. Ketika mereka naik ke kelas 2 diberikan kompetensi memahami tafsir-tafsir surat-surat pendek dalam Juz 30. Saat mereka naik ke kelas 3, mereka mendapatkan materi bagaimana menghapal Al Quran surat-surat pendek juz 30 dan sekaligus penugasan untuk menghapal Juz 30 tersebut. Hasil akhir dari kelulusan anggota ROHIS tersebut mereka sudah dapat membaca Alquran dengan baik, mereka memahami intisari pengajaran yag terdapat dalam surat-surat Juz 30 dengan melalui kajian tafsir dan selanjutnya mereka pun telah hapal juz 30. Subhanallah bila tujuan ini tercapai, niscaya ROHIS dapat menjadi pilar-pilar dakwah sekolah dan kebanggaan orang tua dan guru.

4. PERENCANAAN KEUANGAN
Program yang telah dibuat begitu banyak. Program yang telah dibuat dipastikan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dana dalam perjalanan dakwah ini menjadi darah segar yang akan mampu menghidupkan mesin-mesin dakwah yang akan siap bekerja. Hal ini sesuatu yang tak dapat dipungkiri. Disinilah letak ROHIS memiliki kekuatan lebih dibanding organisasi ekstrakurikuler lain. Keterbatasan dan banyaknya program yang harus di buat melahirkan sebuah KEMANDIRIAN, KREATIVITAS DAN KEBERANIAN untuk mencari sumber dana-dana tersebut. Apakah hal ini sulit, tidak ! asalkan ada kemauan, keseriusan, kerja keras dari setiap kader dakwah insya Allah bisa. Dari mana saja pintu-pintu mencari dana untuk membiayai kegiatan ROHIS , antara lain :

1. Pemberdayaan dana Alumni
ROHIS dalam setiap tahunnya pastilah melahirkan generasi-generasi Alumni. Hal ini sudah merupakan keharusan lahirnya kader-kader dakwah berikutnya. Bila ROHIS telah berdiri sejak tahun 90 an, hitung sudah berapa banyak alumni yang sudah bekerja. Berapa banyak alumni yang sudah mapan dari pekerjaan dan bisnisnya. Inventarisir keberadaan alumni-alumni tersebut, silahturahimkan mereka dan ajak mereka untuk menjadi “ KAKAK ASUH “ ROHIS . Berikan mereka penawaran nominal rupiah untuk menjadi kakak asuh ROHIS setiap bulannya. Insya Allah dengan kepedulian yang mereka miliki akan bersedia. Kendala umumnya bukan pada adakah alumni yang bersedia membantu dana setiap bulan. Pastilah banyak alumni yag menyumbang . Namun hal yang utama adalah keseriusan kader dakwah sekolah untuk menjemput dana –dana tersebut, mengingatkan alumni setiap bulannya , dan membuat laporan keuangan yang baik. Bila 3 hal ini dilakukan , insya Allah ROHIS akan memiliki dana –dana segar yang dapat dibelikan untuk membiayai projek dakwahnya.

2. Manggung, Mengamen dan Bazaar sekolah.

Kata-kata diatas mungkin hal yang sedikit aneh untuk mencari dana. Diluar kebiasaan dan secara kasat mata akan terasa sulit. Kita ingat bahwa program –progra yang dibuat ROHIS yakni salah satunya program keterampilan. Para anggota ROHIS memiliki keterampilan dalam Seni suara melalui Nasyid, Marawis. Keterampilan drama dalam kelompok-kelompok teater. Keterampilan bisnis melalui kegiatan membuat kerajinan tangan dan bazaar-bazaar sekolah yang rutin dilaksanakan. Hal ini adalah sebuah potensi besar. Bayangkan grup nasyid sekolah kita jadikan grup nasyid yang professional. Mereka tidak jauh lebih hebat dari tim nasyid Izzatul Islam dan Snada.

Dengan kemampuan nasyid tersebut, grup nasyid ROHIS dapat tampil diundang dalam acara-cara pernikahan, pentas seni, peringatan hari besar Islam disekolah ataupun kampus lain, dan beragam tempat yang dapat mereka “ manggung “. Insya Alah dalam setiap manggung ada uang yang mereka terima. Yah tinggal hitung-hitungan saja berapa yang untuk klub nasyid tersebut dan berapa yang disumbang ke ROHIS. Begitu pula dengan grup teater dan marawis. Mereka akan bisa juga mengikuti jejak grup nasyid untuk melakukan pementasan, di undang untuk mengisi hiburan dalam acara-acara keislaman. Saya dahulu mempunyai pengalaman grup teater. Kami diundang di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus. Subhannalah kami ‘ di bayar “ sampai dengan 500 ribu bahkan lebih untuk setiap pementasan kami. Jumlah nominal yang besar bagi kami maupun ROHIS.

Hal yang sama bisa dilakukan dengan melakukan bazaar di sekolah. Kita dapat menjual buku-buku Islam, video-video Islami, kerajinan tangan, alat tulis dan sebagainya. Keuntungan yang didapatka juga luar biasa. Misalkan saja dalam satu harinya pendapatan setiap bazaar 500 ribu, Bazaar dilaksanakan selama 3 hari , total pendapatan 1, 5 juta. Berapa laba yang didapatkan , umumya 30 % dari pendapatan. Subhanallah dalam 3 hari ROHIS akan memiliki keuntungan dari 1,5 juta x 30 % sama dengan 450 ribu rupiah. Jumlah yang tidak sedikit bukan ? Sayangnya potensi-potensi ini dilupakan. Kader-kader dakwah kurang kreatif dan serius mengelola potensi keterampilan –keterampilan yang dimiliki anggota ROHIS. Memang akan berat diawal-awal , kita akan melatih anggota ROHIS luar biasa sulitnya. Namun seiring waktu kita pun di ROHIS dapat menuai hasilnya kelak.

Sebenarnya masih banyak cara-cara lain untuk mendapatkan dana bagi kegiatan ROHIS, misalkan dengan mengelola dana yang didapatkan dari sekolah untuk setiap kegiatan ekstrakurikuler . Selain itu mengajukan proposal-proposal kegiatan kepada instansi-instansi perusahaan. Beberapa perusahaan concern dalam bidang pengembangkan kualitas sumberdaya manusia, concern dalam bidang pendidikan dan concern dalam bidang kegiatan keagamaan.

Semua pembahasan mengenai perencanaan dalam mengelola ROHIS adalah buah pikiran dan berdasarkan pengalaman selama berkecimpung didalam dakwah sekolah. Masih banyak hal lain yang dapat menjadi pembahasan kelak bagaimana menjadikan ROHIS tumbuh menjadi organisasi pencetak generasi pelajar yang SHOLEH, CERDAS DAN TERAMPIL.

Tulisan ini masih bersambung dan akan dikembangkan jauh lagi . Insya Allah. Semoga Allah SWT memudahkan langkah dakwah ini dan selalu meridhoi aktivitas dakwah yang kecil ini. Wallahu alam bisshowab. Acep Hidayat.

13 Oktober 2010

About these ads