Mencari Ramadhan (yang hilang)

by acephidayat

Bersyukur kepada Allah SWT diberi kenikmatan untuk merasakan kembali Bulan Ramadhan. Melaksanakan ibadah puasa disiang hari dan bertarawih di malam hari. Pada Bulan Ramadhan orang memiliki pemahaman yang sama bahwa pada bulan ini adalah bulan yang diberkahi, bulan diturunkannya Al Quran, bulan yang terdapat pada suatu malam agung bernama Malam Lailatul Qadar. Surah Al Baqarah ayat 183 berulang kali di sampaikan oleh para ustad ketika menjelaskan tentang perintah berpuasa.

Malam pertama tarawih hampir sama seperti pada malam pertama Ramadhan di tahun-tahun lalu, padat , penuh sesak orang yang berbondong-bondong hadir di masjid untuk melaksanakan ibadah sholat yang hanya ada di bulan ini. Macam-macam yang hadir alasannya, ada yang murni ikhlas karena ingin mendapatkan ridho Allah danpahala yang berlipat ganda, ada yang hanya sekedar ikut-ikutan karenatetangganya melaksanakan sholat tarawih, ada yang ga enak dengan anggota keluarganya dan sebagainya.

Fenomena itu kembali berulang setiap tahunnya, pada malam ke dua mulai menyusut jamaahnya. Hilang beberapa shaft. Jamaah yang ada diluar masjid semakinsedikit. Walaupun ya tetap Alhamdulillah karena pada bulan lain belum pernah sholat isya jamaahnya sampai keluar masjid klo ga di bulan Ramadhan.

Sahur hari pertama pada tahun ini tetap bersama keluarga. Adik yang jauh di kota lain pun rela pulang untuk menikmati indahnya bersahur bersama keluarga tercinta. Sama-sama seperti tahun-tahun lalu bersemangat untuk menyantap hidangan sahur. Pastinya menu hari pertama sahur lebih special  dari hari-hari berikutnya.

Semua berulang seperti biasa menghadapi Bulan Ramadhan. Seperti sebuah momen tahunan yang bergerak untuk dilaksanakan bagai sebuah ritual. Waktu pastinya akan berjalan dengan cepat dan kemudian hadirlah bulan idul Fitri. Manusia saling bermaaf-maafan dan selesailah ” PEKERJAAN IBADAH PUASA “.

Ohhh….Akan seperti inikah Ramadhan tahun ini yang akan ku jalankan…Dalam hatiku berdesir ” aku rindu Ramadhan yang dulu….” ” Aku rindu Ramadhan bersama kawan-kawanku dengan menjadi panitia kegiatan Ramadhan “…” Aku rindu Ramadhan dengan segudang aktivitas ibadah dan keagamaan serta dakwah yangtak pernah berhenti “…” Aku rindu menangis di dalam sholat-sholatku “…” Aku rindu bersyukud kepada Rabbku dengan air mata yang tak henti mengalir “….” Aku rindu getaran ayat-ayat yang masuk dalam Kalbuqu , membuat sendiku lemah dantak berdaya di hadapan Allah SWt…” ” Aku rindu berkompetisi bersama kawanku sudah berapa juz hari ini ku baca Al Quran. ..” ” Aku rindu Tuhan-ku dengan nuasa penuh ruhiyah. ”

Mengapa aku rindu itu semua karena…sejak perjalanan memasuki hari Ramadhan , aku melihat sekelilingku, masyarakatku seakan tak menyambut Ramadhan dengan antusias. Spanduk-spanduk Ramadhan sangat sedikit bertebaran di  jalan-jalan.Jadwal imasyakiyah jarang yang mengeluarkan, biasanya perusahaan-perusahaan ,partai-partai banyak yang menerbitkan jadwal imsakiyah, kini benar-bena rsedikit. Dimasjidku bahkan di hampir sebagian besar masjid selepas tarawih tak terdengar lantunan ayat suci Al Quran yang biasa dilantunkan oleh para remaja.Sepinya kegiatan Ramadhan di lingkungan masyarakat, misal kegiatan pesantren kilat Ramadhan, perlombaan cepat tepat dan perlombaan lain bagi anak-anak untuk mengisi bulan Ramadhan. Tak ku dengar lagi, setiap menjelang sahur anak-anakyang bekeliling untuk membangunkan sahur…sahur…hmmm dari setiap surau dan masjid pun sepi dari dendangan yang membangunkan untuk sahur…sahur…

Ahh…mungkin ini perasaanku…bahwa Ramadhan tak hadir hanya dalam diriku…Aku hanya melihat fenomena ini sekilas..bisa jadi bulan Ramadhan di tempat lain SEMARAK DAN PENUH NUANSA IBADAH…

Mulai hari ini aku akan mencari RAMADHAN YANG HILANG DALAM HATIKU…aku akan berkeliling dari setiap masjid kemasjid untuk menemukan Ramadhan…Aku akan berjalan ke daerah-daerah yang aku berharap bisa menemukan Ramadhan walaupun daerah itu jauh….Aku kan menemui orang-orangyang dalam hatinya ada RAMADHAN…sesulit apapun tantangan yang ku jumpai untuk menemukan sosok itu…

Aku ingin merasakan RAMADHAN walapun hanya 1 hari dalam hatiku…dan 1 hari itu di dalamnya ada malam yang kurindukan yakni MALAM LAILATUL QADAR…

RAMADHAN AKU AKAN MENCARIMU DIMANAPUN KAU BERADA….

Hidayat

13/08/2010