Menyediakan ruang-ruang dalam hati

by acephidayat

Kadang kehidupan kita jalani tak seindah yang diinginkan. Perjalanan hidup ada yang dilalui sangat menyesakkan dada. Beragam masalah senantisa hadir dalam ruang kehidupan manusia, karena itulah sebagai sebuah ketentuan yang telah digariskan Allah SWT. Masalah dapat menjadi 2 hal dalam makna yakni sebagai ujian atau azab.

Manusia dalam mengarungi hidup ini menjalaninya tak sendiriian. Disekelilingnya hadir orang lain , entah sebagai partner dalam menjalani kehidupan atau sebagai sosok yang hadir sebagai musuh. Sejatinya kita berharap orang lain itu adalah sebagai kawan sebagai sebuah wujud hubungan social yang harmonis. Dalam hubungan usaha bisa jadi ada hal yang mendera bisnis dengan kawan bisnis itu sehingga usaha yang dijalani bangkrut, kawan yang menelikung projek, pesaing yang melakukan cara-cara kotor dan kadang selalu saja akan hadir orang-orang yang menatap dengan sinis usaha yang telah dijalani.

Menyikapi hal itu membuat kita kesal, marah ,benci dan ada perasaan ingin menghancurkan juga. Ahhh… bila perasaan itu memang hadir dalam hati ini, betapa piciknya kita, sempit cara berpikir kita dan hal yang paling penting hati ini seakan kecil tak mampu memberikan ruang maaf, ruang pemakluman, ruang pemahaman, ruang berbaik sangka, atau ruang berbagi kepada orang lain dan berharap kebaikan selalu didapatkan oleh orang lain. Solusi mudah adalah kita harus meyiapkan ruang-ruang kebaikan tersebut dalam hati . Ruang-ruang yang ada dalam hati adalah sekat-sekat yang akan membatasi kita untuk membagi setiap pikiran pikirang yang harus dipikirkan. Dengan adanya ruang-ruang itu masalah akan terbagi-bagi dalam fokus berpikir dan tak melulu satu masalah merusakkan berpikir kita seluruhnya. Itu bila terjadi dalam hubungan usaha.

Dalam hubungan lain pun berlaku hal-hal yang tadi , bagaimana kita menyiapkan kamar-kamar yang bayak dalam hati. Kehdiupan bermasyarakat dalam heterogennya akan selalu saja menyimpan problematik. Entah sahabat , tetangga, atau keluarga kita akan ada perasaan tak menyenangi kita. Bila langkah kita adalah reaktif, penolakan dan menyerang sesungguhnya itu akan menghancurkan seluruh fokus hidup kita. Seakan itu adalah masalah utama yang kita hadapi. Bangun saja kamar baru , masukkan masalah atau orang-orang itu dalam kamar hati kita, dalam kamar hati itu kunci rapat bila kita memang masalah itu tak ingin keluar lagi. Yang jelas masalah itu memang telah hadir dalam noktah hati , telah hadir dalam kehidupan ini. Sulit menghapuskan jejaknya dalam hati.

Hal yang paling baik sekali lagi simpan saja dalam kamar-kamar hati yang telah kita siapkan. Kehidupan ada hal yang lebih dalam lagi tak hanya hubungan usaha, bermasyarakat, persahabatan, bahkan hubungan cinta antar sesama manusia pun bila berbailik menjadi sebuah permusuhan, hendaknya orang-orang yang pernah memiliki cinta itu, masukkan dalam kamar hati. Katakan dalam hati bahwa “ oke kamu adalah sosok yang hadir ditengah-tengah hidupku, kamu telah pernah menempati ruangan yang paling besar dalam hati, namun seiring logika dan perasaan telah mampu berpikir jernih, masukkan tokoh atau masalah hubungan cinta itu dalam kamar hati kita, secara perlahan kecilkan ruang sosok itu dalam hati. Sehingga menjadi bagain dari begitu banyak ruang dalam hati kita. Ruangan itu tak sebesar yang dahulu kita rasakan….oh kita tersadar banyak kamar-kamar yang harus kita perhatikan juga dalam hati kita. Inilah yang mungkin disebut dengan membagi focus dalam hidup. Membagi ruang-ruang berpikir dan hati untuk mampu berpikir lebih banyak akan tentang sesuatu hal.

Hal mudahkan bila kita memang pernah sakit hati, putus asa akibat dibenci dan diputuskan hubungan perasahabatan atau cinta. Jangan kita berusaha menghapuskan sekeras usaha , namun jadikan ia adalah bagian dari hidup kita. Masukkan saja dalam kamar yang telah kita siapkan. Kunci , gembok dan kecilkan ruang hati itu. Hidup akan kembali berjalan indah , kita pun tersadar…oh aku masih mempunyai banyak ruang yang harus kita rawat

Hidayat

Maret 2010