Kita tidak pernah serius

by acephidayat

Sudah pagi siang malam, berjalan panjang dalam kilo-kilo meter jalan, mengeluarkan tenaga , waktu dan pikiran yang luar biasa untuk berbisnis, bekerja, belajar ataupun hal-hal lain yang kita lakukan dalam kehidupan ini seakan tak berhasil juga.

Bagi orang yang terjun bisnis ketidakberhasilannya ditandai dengan usahanya yang tak kunjung membesar, karyawannya tak kunjung banyak, pendapatannya tak naik-naik, hutang semakin bertambah, produk dan jasa tidak laku dijual.

Bagi orang yang bekerja sebagai pegawai, hari demi hari gajinya tak naik, walaupun naik tapi tak mampu melawan inflasi, pangkat atau jabatannya tak kunjung naik. Ia tetap tak mempunyai apa-apa , rumah masih ngontrak, motor masih kredit, hutang di orang masih banyak.

Bagi pelajar atau mahasiswa , nilai ujiannya selalu jelek, tak dapat memperoleh 10 besar dikelas, selalu dimarahi guru atau dosen karena tak mampu berprestasi. Orang tua pun seakan tak menghargai dirinya karena menganggap sang anak tak ada hal yang dapat dibanggakan.

Bagi seorang makhluk yang hidup sesungguhnya untuk beribadah kepada Allah merasa amalnya masih sangat kurang. Baca Alquran sering terlupakan, sholat tidak tepat waktu, Dhuha kelewatan, Tahajud jarang atau bahkan tak dijalankan , bersedekah amat jarang, membaca buku kadang-kadang. Dirinya tak berhasil menjadi makhluk yang dapat di banggakan Allah SWT.

Bagi sebagian orang sudah mengklaim bahwa mereka sudah mati-matian tuk mengejar keberhasilan dalam berbisnis, bekerja, menuntut ilmu, ataupun beribadah…ya mungkin mereka telah berusaha sangat , namun ada yang mungkin kita lupakan , bahwa kita TAK PERNAH SERIUS untuk melakukan itu semua. Berbisnis hanya sekedar mennunjukan jati diri sebagai orang yang berguna, orang yang survive, bekerja hanya untuk mencari uang, belajar untuk mencapai nilai.

Sesungguhnya bila KITA MAU SERIUS..DAN menseriuskan UNTUK memaksimalkan semua yang kita miliki untuk mencapai keberhasilan dalam bidang kehidupan kita, pastilah KEBERHASILAN ITU AKAN KITA DAPATKAN.

Apa contoh bentuk keseriusan itu ? bagi seorang bisnisman dalam hari-harinya ia terus memikirkan bisnisnya, membuat perencanaan yang baik untuk perjalanan bisnisnya kedepan, mengontrol dan mengevaluasi kinerja stafnya, membuat inovasi-inovasi dalam produk dan jasa yang dihasilkan. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, bisnis mengisi relung jiwanya.

Bagi seorang pekerja, ia mencoba membuat kerja yang sebaik mungkin , memberi nilai tambah dalam setiap pekerjaannya, meningkatkan hubungan yang baik sesama karyawan dan juga dengan atasan, memberi solusi bagi setiap masalah kantornya, berani menerima tantangan pekerjaan-pekerjan baru .

Bagi seorang pelajar / mahasiswa, hari-harinya adalah keilmuan, diskusinya-diskusinya adalah pelajaran, pikirannya adalah ilmu yang terus mengalir dalam otaknya, waktu-waktu yang ada tak terlewatkan untuk bersama buku, bersemangat dalam mendengarkan , menerima ilmu dari guru, membuat analasis dan mengkaji setiap ilmu yang telah didapatkan sehingga ilmu itu benar-benar melekat dalam dirinya.

Betapa ternyata kita telah melewatkan kesempatan itu semua , waktu yang kita miliki telah habis dengan kesia-siaan. Uang yang ada semakin berkurang, fisik semakin lemah. Di akhir semua itu kita hanya bis menyesal mengapa kita tak pernah serius. Oh alangkah luar biasanya bahwa dimanapun posisi kita sekarang, berada pada kilometer berapakah diri ini sedang berjalan , mulai kini kita SERIUS MENJALANI SETIAP PERAN KEHIDUPAN YANG KITA JALANI..beragamnya peran yang kita jalani ini menegaskan bahwa sebagai makhluk sosial diri kita . Manusia yang semakin banyak perannya menandakan juga betapa kemampuan , keaktifan, potensi dirinya telah benar-benar terberdayakan dan mampu dimaksimalkan.

Ohh PANDANGAN KITA KINI SEMAKIN JELAS, sekarang atau ama sekali kita berubah…SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI KITA SERIUS..

KEBERHASILAN TINGGALAH MENUNGGU WAKTU…bila prasyarat KESERIUSAN Ini telah kita miliki…KELELAHAN, KELAMAHAN PASTI MENGHAMPIRI DIRI..namun kekuatan SERIUS..akan mampu memompakan semangat..kita kan mengatakan kepada diri kita “ WAHAI TUBUH KITA MEMANG TELAH CAPAI, WAHAI OTAK KITA MEMANG TELAH JENUH, WAHAI HATI MEMANG KITA TELAH KERAS MEMBANTU, WAHAI UANG KITA MEMANG TELAH HABIS-HABIS..TAPI KITA MENYADARI JUGA HIDUP HANYA SEKALI..AKU INGIN KETIKA JASAD KITA TERKUBUR..RUH KITA MEWAKILI KITA BICARA KEPADA MALAIKAT DAN ALLAH SWT BAHWA KITA TELAH MEMBERIKAN AMAL YANG TERBAIK…TAK ADA WAKTU YANG TERLEWATKAN KECUALI DENGAN KESERIUSAN DALAM MENJALANINYA…

Dan kitapun mengatakan kepada Allah SWT “ WAHAI RABB JIWA INI MEMANG LEMAH , BERIKANLAH KEKUATAN KEPADA JIWA INI AGAR KUAT WALAU KEKUATAN INI DILUAR BATAS KEMAMPUAN MANUSIA NORMAL UNTUK SERIUS DALAM MENJALANI HIDUP INI “

Dua kekuatan ini jiwa dan Allah kita satukan maka akan kita nikmati setiap langkah perjuangan hidup dalam KESERIUSAN.