Bisnis dalam persahabatan

by acephidayat

Dalam mendirikan usaha bisa dilakukan secara perorangan maupun bekerjasama dengan orang lain (berpartner). Ini adalah pilihan , karena diantara keduanya masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan. Usaha sendiri , memberikan kelebihan antara lain keleluasan mengatur jalannya perusahan sendiri sesuai dengan pikiran sendiri tanpa intervensi orang lain, keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar, dalam melakukan keputusan tidak memerlukan pertimbangan orang lain yang kadang membuat lamban dalam mengambil keputusan tersebut dan masih banyak kelebihan lain yang dapat dijabarkan. Sedangkan kekurangan dari usaha sendiri adalah segi permodalan maupun kemampuan benar-benar mengandalkan diri sendiri untuk mencarinya, motivasi yang kadang naik turun sehingga ketika motivasi drop tidak ada yang menggantikan, tidak memiliki partner untuk share pemikiran untuk kemajuan bisnis tersebut dan lain-lain.

Bagaimana melihat itu semua, sebenarnya itu kembali kepada kita. Bila kita memang merasa nyaman dengan usaha sendiri maka ambilah pilihan itu. Namun bila memang kita membutuhkan partner maka PeDe lah mengambil langkah itu. Dalam tulisan ini saya ingin sedikit membahas bisnis yang didirikan secara berkelompok minimal dua orang. Bisnis yang didirikan dua orang atau lebih memiliki seni tersendiri untuk mengelolanya. Banyak usaha yang didirikan bersama jatuh hanya dalam hitungan 1 atau 2 tahun, bila telah lewat 1 atau 2 tahun diuji kembali apakah kuat dalam kurun waktu 5 tahun, begitu seterusnya batu ujian akan selalu menghadang usaha bersama akankan terus BERTAHAN ATAU BUBAR.

Bagaimana mengawali bisnis yang dilakukan secara bersama , bagaimana mencari partner bisnis yang tepat, bagaimana menjalani bisnis yang dilakukan secara bersama, bahkan bagaimana cara MEMBUBARKAN USAHA YANG BAIK , menjadi hal-hal yang tertarik menjadi bahan pikiran saya, menggelayut apakah benar bisnis secara bersama ini sebuah pilihan yang tepat . Saya teringat pengalaman bisnis yang dilakukan sejak SMA , kurang lebih 11 tahun yang lalu. Sejak SMA saya mencoba untuk berbisnis sendiri antara lain majalah remaja, minyak wangi, sandal, stiker-stiker , kaos dan sebagainya. Semua itu saya lakukan sendiri , dengan manajemen sendiri dan hasilnya pun untuk sendiri. Bisnis yang masih skala sangat kecil karena target marketnya hanyalah teman-teman yang ada di sekolah . Selepas SMA saya mencoba bekerjasama mendirikan usaha . Usaha pertama dengan berbisnis pakaian, menjual produk-produk dari Bandung , usaha ini gagal dan meninggalkan hutang. Usaha ini haya bertahan kurang dari 1 tahun. Saya merasa tak tepat memilih partner.
Tak lama dari gagalnya bisnis pakaian, saya mencoba membangun kembali mimpi bisnis dengan menggandeng rekan lain untuk mendirikan usaha bimbingan belajar dan rental. Bisnis ini jauh lebih baik karena saya dan rekan telah memiliki tempat dipinggir jalan, memiliki karyawan. Seperti yang sudah –sudah bisnis ini pun jatuh hanya bertahan kurang dari 3 tahun. Subhannallah, dari kegagalan-kegagalan bisnis dua diatas adalah hutang yang harus saya selesaikan sendiri. Apakah saya kapok , tidak juga , sempat beristirahat bisnis 1 tahun , kembali saya menggampai mimpi bisnis dengan menggapai rekan lain untu mendirikan usaha audio visual. Alhamdulillah sekarang hingga usia yang ke 5 tahun MASIH BERTAHAN dan masih menguatkan tekad untuk TERUS BERTAHAN .
Hal yang menjadi menarik dalam pengalaman saya tersebut adalah bagaimana sebenarnya untuk mengawali bisnis itu. Mencari partner berbisnis harus diawali oleh :
A. KESAMAAN VISI
Apakah visi yang menjadi tujuan bersama . Apakah sekedar untuk mencari uang atau lebih karena memiliki tujuan mulia lain yakni ingin memberdayakan potensi diri dan berbagi kepada orang lain dengan membuka peluang rejeki. Bila tujuannya hanya sekedar uang , maka bila ada partner yang berperan sebagai investor, bila usaha tak kunjung membuahkan hasil ia akan meihat apa yang ia dapatkan, modal sudah besar dikeluarkannya. Bisa-bisa ketika kita menjalankan usaha, ia menarik modalnya maka matilah usaha tersebut . Visi ini boleh dikatakan mimpi besar bersama yang ingin diwujudkan. Untuk membahas visi ini, hendaknya sebelum menjalin bisnis, adakan diskusi –diskusi dengan diri partner kita, apakah motivasi uatama berbisnis, apa yang ia harapkan dari bisnis tersebut kedepannya, bagaimana bila terjadi permasalah-permasalahan kedepannya, apakah solusi yang ia tawarkan.
Diskusi-diskusi ini akan memberikan gambaran apakah ia cocok untuk menjadi rekan bisnis kita. Ingatlah bahwa bisnis bukan sekedar cerita indah akan mendapatkan keuntungan-keuntungan sekian, pasti bisnisnya akan besar , pasti bisa membuat kaya. Langkah awal kesamaan visi akan menentukan jalannya usaha tersebut untuk tahun-tahun kedepan.

B. PEMBAGIAN PERAN YANG JELAS
Mencari partner bisnis tentunya kita lakukan karena ingin menutupi kekurangan yang dimiliki dalam aspek kemampuan ataupun permodalan. Bila kita lemah di manajerial, kita mencari partner yang memiliki kemampuan majerial, bila kita kuat di ide usaha , kita membutuhkan partner yang bisa memodali ide bisnis tersebut . Jelasnya pasti ada peran berbeda antara kita dengan rekan bisnis kita. Detilkan peran tersebut meliputi hak dan kewajibannya. Buat secara tertulis sehingga menajdi acuan bersama. Pembagian peran yang jelas ini akan memastikan bahwa dalam berbisnis bersama semua pihak yang ada didalamnya benar-benar bekerja.

C. RASA PERCAYA
Kepercayaan adalah modal yang paling utama untuk mengawali bisnis secara bersama. Kepercayaan ini tak hanya sekedar kepercayaan terhadap uang, meliputi juga kepercayaan dalam bekerja, kepercayaan untuk sekuat tenaga menyesaikan masalah, kepercayaan untuk sama-sama menghargai peran masing-masing. Rasa percaya kepada partner bisnis yang terus tersemai , akan membuat usaha bertahan jauh lebih lama. Kepercayaan bagi orang terlibat dalam bisnis itu akan memberikan kenyamanan, tidak ada rasa salah satu di tipu, salah satu telah bekerja lebih.
Bagaimana melihat indikator bahwa partner bisnis dapat dipercaya. Mudah saja , lihat kesehariannya apakah ia menjadi orang yang dapat dipercaya di keluarganya, di lingkungannya, diantara temannya. Tanya orang-orang yang bersinggungan dengan calon partner bisnis kita , apakah ada hal-hal yang pernah tidak ditunaikan janjinya, bgaimanakah ia dalam bekerja , penuh antusiaskah atau malasan-malasan. Tegasnya bila ia memang orang baik maka sebagai langkah awal orang ini dapat dipercaya.

D. TUANGKAN DALAM BENTUK HITAM PUTIH
Maksud dari pernyataan ini, hendaknya bila telah disepakati bisnis dilakukan bersama. Catat pendirian usaha tersebut dalam bentuk tertulis. Hal yang dicatat antara lain hak dan kewajiban, modal yang telah disetorkan, pembagian keuntungan, tata cara penyelesaian masalah. Lampirkan dalam bentuk tertulis disertai materai agar kuat bila terjadi gugatan-gugatan. Mengapa ini harus kita lakukan, bukankah sudah dilandasi oleh kepercayaan. Memang betul kepercayaan adalah hal utama, namun dengan menuangkan perjanjan dalam kertas, kita tidak memberikan ruang bila terjadi permasalahan akan tidak saling tanggung jawab. Dalam perjanjian-perjanjian yang ditulis hanya untuk akan memastikan secara hukum bahwa hak dan kewajiban tidak akan dicederai, pembagian keuntungan tidak ada yang tidak dibagi, bila gagal bisnis kita tahu bagamana penyelesaiannya. Sekali lagi ini untuk memberikan kenyamanan, kepastian hukum, dan langkah usaha kedepannya.

Itulah sebagian langkah-langkah untuk mencari partner bisnis yang insya Allah tepat. Awal yang baik insya Allah akan menentukan proses usaha berikutnya. Semoga saran-saran ini bermanfaat untuk kita semua.
Tulisan berikutnya akan dilanjutkan dengan bahasan bagaimana MENGELOLA BISNIS SECARA BERSAMA DAN BAGAIMANA MEMBUBARKAN USAHA YANG BAIK PULA…
Bersambung …