Arti Sebuah Nikmat

by acephidayat

Image

Dalam perjalanan kembaliku, ditengah lautan yang luas. Ku hirup udara perjalanan ini dalam-dalam, gemuruh ombak yang mendebur-debur dan jejeran pulau yang kulewati, tak lepas kupandangi.

Kenikmatan menyendiri dalam banyaknya penumpang. Ku coba merenung, apakah kenikmatan yang telah kualami ini banyak orang yang telah merasakannya. Merasakan berada dalam lautan biru yang jernih, ikan-ikan yang mudah dijamah dan beraneka ragam, dan batu karangnya yang indah. Belum lagi disuguhkan oleh pemandangan yang elok dimata.

Ku coba bertanya dalam diri, apakah diri ini terlalu sombong sehingga rangkaian nikmat-nikmat itu tak kusyukuri.
Aku masih merasakan nikmat sehat, yang mungkin saat ini kawanku ada yang sakit
Aku masih merasakan nikmat penglihatan, yang mana sebagian kawanku penglihatannya tak berfungsi.
Aku masih merasakan nikmat usia, yang mana ada beberapa kawanku telah meninggal dunia.

Ahh Betapa aku masih beruntung dan seharusnya melipatkan rasa syukur itu. Aku harus kembali menegaskan rasa syukurku dengan makin meningkatkan kualitas diri, dan semakin bergerak dalam aksi-aksi kebaikan. Aku harus menjadi sosok yang bermanfaat untuk orang lain.

Aku harus menjadi bagian rahmat bagi alam semesta ini.
Bila waktuku masih ada, terus tebar amal, hingga diakhir hidupku aku bisa membayar kenikmatan ini kepada Rabb Allah SWT dan aku menjadi bagian dari hamba-Nya yang bersyukur.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( Surat Ibrahim Ayat 7 )

Ujung Kulon, 5 Oktober 2013.